Tiba-tiba ia datang kepadaku.
Belum pernah kulihat cahaya yang meretas masuk ke dalam selaput bening mataku seterang itu.
Begitu kulihat wajahnya untuk pertama kali, cinta itu langsung menyentuh kalbuku dengan sentuhan sihir.
kemudian saya duduk disampingnya menikmati keindahan wajahnya.
Kulihat ia tertawa ringan dan keluar dari mulutnya yang merekah begitu indah, seakan ia hadir di sisiku sebagai seorang penyair.
Kemudian ia menebar senyum, seakan ia berkata di setiap gerak bibirnya, "Lihatlah aku, lihatlah aku.."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar